Ketidakadilan dan Munculnya Benih Pemberontakan

Judul Novel : Jejak Sang Bramacorah, True History of The Kelly Gang
Penulis : Peter Carey
Penerjemah : Mita Yuniarti
Penyunting : Anton Kurnia
Penerbit : Serambi, 2006
Tebal buku : 686 halaman

  MASALAH yang selalu muncul dari sebuah sistem sosial-politik yang terlampau sederhana terletak pada demikian mudahnya seseorang yang berkuasa memperlakukan dengan sangat tidak adil mereka yang tidak memiliki akses kuasa. Istilah ‘sederhana’ di sini dimaksudkan sebagai masalah bagaimana sistem tersebut dalam dirinya sendiri memungkinkan individu-individu yang berkuasa menggunakan posisinya secara semena-mena demi kepentingan pribadinya. Dalam sistem demikian tidak ada sanksi yang membuat seseorang jera apabila bertindak di luar batas ukuran-ukuran kemanusiaan.

Dalam situasi seperti ini yang ada sebatas mereka yang berkuasa dan mereka yang dikuasai, mereka yang menindas dan mereka yang ditindas. Bagi mereka yang dikuasai dan tertindas jalan yang tersisa adalah mendiamkan semua kekejaman itu sampai mati atau mengambil tindakan yang ekstrem: mengangkat senjata dan meneror.
Gambaran tersebut bisa dikatakan cara yang sangat baik untuk menarik benang merah novel Jejak Sang Bramacorah karya Peter Carey dari judul asli True History of The Kelly Gang. Novel yang bahan dasar ceritanya diambil dari fakta sejarah Australia, tepatnya wilayah Victoria, paruh kedua abad ke-19. Tokoh utama novel ini, Ned Kelly, merupakan keturunan Irlandia yang dalam darahnya sudah kental dengan kekerasan dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.
Sejak kecil, tepatnya usia 3 tahun, Ned Kelly sudah mengalami bagaimana kekerasan dan kekejaman menjadi bagian hidupnya. Ia kehilangan ayahnya pada usia 12 tahun dan sampai ayahnya meninggal tersebut ia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya beberapa kali keluar-masuk penjara.
Ned Kelly merupakan bramacorah yang paling ditakuti di wilayah koloni Victoria. Bersama tiga orang lainnya, antara lain Dan Kelly, adiknya, mereka meneror para aparat keamanan yang berbuat tidak adil terhadap para pendatang Irlandia. Mereka merampok bank dan memberikan uangnya kepada penduduk miskin, melindungi dari para kekejaman aparat kepolisian, dan mereka memiliki kekuatan yang sanggup membuat pemerintahan Australia kala itu demikian khawatir.
Ned Kelly, nama panggilan dari Edward Kelly, setelah ayahnya meninggal tak bisa ditolak ia menjadi tumpuan dari keluarganya. Ia harus membajak, bercocok tanam, mengurusi puluhan sapi perah, dan yang paling parah harus menghadapi lelaki-lelaki iseng yang menginginkan tubuh ibunya. Dan sesungguhnya dari sinilah awal kebencian Ned Kelly kepada para penguasa koloni Victoria. Para lelaki iseng itu kalau tidak para berandalan pengecut macam Harry Power, Bill Frost, George King, dan James Kelly, paman Ned Kelly sendiri, tentu aparat kepolisian. James Kelly adalah lelaki pertama yang menginginkan Ellen Kelly, ibu Ned Kelly, tidur bersamanya. Oleh sebab ditolak dengan kasar dan mendapat perlawanan oleh Ned Kelly, rumah janda empat anak itu akhirnya dibakar James Kelly.
Boleh dikata perlakuan semena-mena terhadap keluarganya semenjak kedatangan James Kelly yang notabene pamannya sendiri itulah yang membuat darahnya bergolak. Saat itu ia baru berusia 13 tahun dan mengetahui bagaimana lingkungannya benar-benar biadab. Dan seolah sudah menjadi jalan hidupnya, Ned Kelly remaja menerima begitu saja tawaran ibunya untuk ikut bersama Harry Power, seorang bramacorah yang ditakuti. Walaupun apa yang ia terjadi tidak sesuai dengan yang ia harapkan, dengan Harry Power-lah masa awal pembentukan Ned Kelly yang nantinya menjadi seorang bramacorah melebihi semua bramacorah yang ada di koloni Victoria, tidak juga si Harrry Power. Dalam masa penyergapan oleh pemerintah koloni Victoria pada tahun 1880 dikerahkan 100 polisi dan disebarkan sayembara 1.000 pounsterling untuk Ned Kelly, hidup atau mati.
Keputusan Ned Kelly membentuk geng bersama tiga orang lainnya yang kemudian mendapat pengikut yang jumlahnya sangat banyak dari para penduduk yang secara sistem tersingkir berawal dari penghinaan seorang polisi bernama Fizpatrick terhadap adik perempuan Ned Kelly di rumahnya. Polisi ini memperlakukan adik perempuannya tak ubahnya seorang pelacur dan saat Ned memperingatkan tindakan itu si polisi malah mengeluarkan pistolnya. Di sinilah Ned Kelly menembak pergelangan tangan Fizpatrick. Dan sebagaimana seorang aparat yang pengecut dan licik, Fizpatrick melaporkan bahwa Ned Kelly telah berusaha membunuh seorang polisi, sekalipun polisi ini meminta ampun untuk tidak dibunuh dan tidak akan mengatakan apa pun tentang kejadian itu.
Ned Kelly tidak ada pilihan lain dan menyingkir ke tempat di mana ia bersama Harry Power dulu pernah tinggal dan belajar menjadi seorang perampok. Saat itu Ned Kelly berusia dua puluh empat tahun. Ia masuk hutan dan bersama gengnya melakukan penembakan tiga dari empat polisi yang berencana membantai mereka. Di situ posisi geng Kelly sudah sangat jelas di mata negara maupun masyarakat. Mereka yang berada dalam posisi yang diuntungkan sistem dengan segera akan mengutuk tindakan geng Kelly, sedangkan mereka yang dirugikan sistem akan mendukungnya. Sebab geng Kelly dalam melakukan perampokan bank, pemilik perkebunan besar, bukan dihabiskan untuk dirinya sendiri tetapi dibagikan kepada penduduk yang membutuhkan. Selain itu, dengan kehadiran Geng Kelly polisi tidak lagi bertindak semena-mena seperti tatkala tidak ada Geng Kelly.
Di sini menjadi jelas bagaimana definisi pahlawan dan bramacorah terletak pada siapa dan dalam kondisi apa memandangnya. Sebagaimana si Peter Carey sendiri menggunakan sudut pandangannya dalam novel ini. Si Ned Kelly digambarkan sebagai sosok yang demikian menderita semasa kecilnya dan tiada henti sampai kemudian menjadi seorang bramacorah yang tersohor sekalipun baru berumur dua puluh empat tahun.
Yang paling menarik dari tindakan Ned Kelly ini bukan karena kemiskinan yang menderanya, melainkan oleh ketidakadilan dan kesewenang-wenangan terutama mereka yang memiliki otoritas, polisi, sebagai bagian terpenting aparatur negara saat itu. Ini sudah ditekankan semenjak awal bahwa bukan kemiskinan yang membuatnya berontak tetapi penghinaan yang tumbuh di dalamnya (hlm 28). Dan ini secara konsisten dipertahankan oleh Peter Carey sepanjang 686 halaman dengan akurasi dan detail yang memukau bagaimana tindakan-tindakan fatal si Ned Kelly sehingga menjadi buronan paling dicari bukan lantaran kemiskinan, tetapi penghinaan dan ketidakadilan oleh penguasa. Pernyataan Ned Kelly ini sangat masuk akal sebab saat itu tanah perkebunan berlimpah, tanah demikian subur, dan peternakan berkembang cepat. Persoalannya sumber daya tersebut tidak berada di dalam sistem ekonomi, sosial, dan politik yang mendukung, tetapi sebaliknya, justru membuat sumber daya alam tersebut nyaris tidak berguna.
Namun, terlepas sejauh mana akurasi fakta yang diangkat dalam novel ini dan bagaimana si Peter Carey merekonstruksikannya dalam sebuah kisah fiksi, yang jelas novel ini sangat enak untuk dinikmati. Novel berbentuk surat yang dimasudkan penulisnya, si Ned Kelly, kepada anaknya yang belum lahir dari seorang perempuan pelacur Mary Hearn. Ned Kelly berharap apabila ia tidak lagi dapat menemui anaknya oleh sebab kematian yang tak dapat ia duga namun terasa dekat baginya, maka melalui cara itulah ia melakukan pembelaan kepada apa yang telah ia perbuat. Sebuah pembelaan yang terasa sangat nuansa moralnya dibandingkan dengan sebuah pledoi dari rasa bersalah karena alasan malu di depan umum.
Cara bercerita novel karya Peter Carey yang tenang ini dan dapat dikatakan sederhana namun dengan masalah yang sangat mendasar mengenai ketidakadilan seakan memberi jawab bukan saja karena cara berceritanya sebuah novel menjadi sangat menarik, melainkan karena tema yang diangkatnya dan bagaimana menghayatinya.

IMAM MUHTAROM , Bergiat di dunia buku dan menulis cerita pendek

~ oleh admin pada 31 Agustus 2006.

2 Tanggapan to “Ketidakadilan dan Munculnya Benih Pemberontakan”

  1. Gue udah baca buku ini dan sangat bagus…. Sekedar info buat kamu-kamu buku ini aku beli di http://toko.serambi.co.id.
    Salam
    SS

  2. Jejak Sang Bramacorah karya Peter Carey dari judul asli True History of The Kelly Gang. Novel yang bahan dasar ceritanya diambil dari fakta sejarah Australia, paruh kedua abad ke-19. dengan gambaran sangat baik untuk menarik benang merah novel ini. Tokoh utama novel ini, Ned Kelly, merupakan keturunan Irlandia yang dalam darahnya sudah kental dengan kekerasan dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.

    Sip deh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: