Gara-gara Kursi Yesus

Sumber: Koran Tempo
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Judul Buku: Send Me Down a Miracle
Penulis: Han Nolan

Seorang seniman mengaku bertemu Yesus. Kisah perseteruan antara imanteks dan iman-tafsir.

TUHAN disentuh dan menyentuh setiap orang dengan personal. Ia bukan untuk konsumsi umum. Maka ketika ada orang yang membagi pengalaman religiusnya dengan orang lain, tatanan seketika akan runyam.

Itulah yang terjadi di Casper , sebuah kota kecil di Alabama , Amerika Serikat. Kota yang tentram, rutin, sunyi, dengan sebuah gereja yang licin karena sering didatangi penduduknya itu gempar oleh pengakuan Adrienne Dabney .

Ia seorang pelukis yang baru tiba dari New York . Adrienne butuh menyegarkan diri ke kampung kelahiran ibunya “untuk mengembalikan imajinasinya yang hampir tumpul”?. Dalam sebulan masa meditasi itu, Adrienne mengaku Yesus mendatanginya tiga kali. Menurut Adrienne, Yesus yang berwajah terang itu duduk di salah satu kursi di ruang tamu.

Iman orang Casper pun goyah. Kiamat sudah dekat. Bukankah Al Kitab dengan tegas mengabarkan dunia akan hancur jika Yesus sudah muncul? Orang pun berbondong-bondong menyerbu “œkursi Yesus”? untuk berdoa, mohon ampun dari segala dosa dan perlindungan dari kehancuran yang keji.

Hidup pun jadi absurd. Seorang anak kabur dari rumah karena dengan sembunyi membuang brokoli setiap kali makan. Sementara orang tuanya selalu mengingatkan bahwa membuang pemberian Tuhan adalah dosa yang keji. Anak itu panik karena menyangka pasti akan masuk neraka. Ia mencari brokolibrokoli itu untuk meminta maaf.

Sementara Sharalee berdoa di depan kursi Yesus agar tubuh suburnya menjadi langsing. Agar ia bisa memiliki gaun cantik yang dilihatnya di sebuah bordir seperti yang dijanjikan ibunya. Pagi ia berdoa, malamnya melanggar dengan melahap es krim dan coklat .

Kekacauan yang menggelikan.

Kini orang lebih senang mampir ke rumah Adrienne daripada ke gereja. “Rumah” Tuhan ini hampir saja ditinggalkan jika tak ada pendeta Pittman. Dialah yang bersikeras mengembalikan kepercayaan jemaatnya . Pittman mengingatkan soal kedatangan nabi palsu, anti-Kristus, iblis dan seterusnya menjelang kiamat. Sia-sia. Konflik Konflik antara yang percaya dan menentang siap meledak.

Han Nolan tak menempatkan pendeta ini sebagai protagonis. Dalam novel Send Me Down A Miracle ini, ia justru mengoyak cara Pittman “merumuskan”? Tuhan dan iman. “Tuhan ayah adalah tuhan kitab suci,”? kata Charity, anak perempuan Pittman. “Bukan Tuhan yang hidup dalam hati.”? Novel ini berkisah tentang perseteruan iman-tafsir dan iman-teks.

Charity jadi sering menentang ayahnya sejak bertemu dengan Adrienne. Ia terpesona oleh polah nyeni pelukis ini. Di mata Charity, persilangan antara kecerdasan dan seni ada semua dalam sikap Adrienne. Ia sendiri ingin jadi pelukis dan hijrah ke New York . Tapi cita-cita itu terbentur pada sikap keras ayahnya yang menginginkan anak-anaknya menjadi juru dakwah.

Nolan dengan bagus melukiskan sikap anak kampung menghadapi cara berpikir orang kota . Charity tersirap dan mengikuti apapun yang diucapkan Adrienne.

Cerita kemudian berkembang menjadi hubungan yang kompleks antara ayah dan anak. Adrienne sesekali masuk tapi bukan tokoh utama. Tak heran jika buku ini menyabet penghargaan Parent’s Choice sebuah penghargaan di Amerika untuk buku dan produk yang bermanfaat bagi anak dan orang tua.

Send Me Down tersaji secara renyah . Nolan meramu konflik batin orang-orang Casper dengan ringan, fokus, sesekali mencoba misterius tanpa kehilangan sosok. Tokoh dalam ceritanya punya “œwajah”? yang jelas. Setiap karakter muncul dengan tingkah laku dan nasibnya sendiri secara wajar. Joe Si Gila pada akhirnya mati karena ia terlalu panik dan rapuh mencerna pengaruh buruk orang lain. Atau sikap dan pilihan Charity menghadapi kekangan ayahnya. Begitulah. Joe mati bunuh diri setelah anak perempuan kembarnya tak tertolong dokter. Tukang kebun ini menganggap Tuhan tak menolong nyawa anak-anaknya. Ia marah karena pertolongan Tuhan itu absen setelah “œkursinya”? dicuri pendeta Pittman. Kematian Joe menjadi antiklimaks kekacauan di Casper . Peristiwa bunuh diri Joe membuat orang sadar mereka telah dipermainkan oleh Adrienne. Adrienne hanya seorang turis. Ia mampir lalu dengan ringan kembali ke New York tanpa perasaan bersalah. Charity menemukan kembali imannya justru di luar teks kitab suci yang ayat- ayatnya selalu dikutip ayahnya dalam pembicaraan apapun dengan siapapun . Orang pun kembali ke gereja dengan “œiman”? baru: bahwa Tuhan “œhidup”? dengan kita, dengan manusia.

Nolan fokus menggarap konflik itu seraya melupakan fokus yang lain. Misalnya, tak ada penjelasan yang masuk akal kenapa Adrienne memberi pengakuan yang menggemparkan itu. Kita tahu ia orang kota yang berpikir liberal. Tapi untuk apa ia mengaku bertemu Yesus? Ia datang ke Casper sebermula hanya untuk proyek “œpengabaian panca indra”?. Cerita Nolan oleng karena pondasinya sangat rapuh.

Dalam wawancara entah dengan siapa yang dimuat juga di akhir buku ini, Nolan mengakui ia hanya ingin fokus menggarap konflik batin antar tokohnya. “Aku terpesona oleh manusia,”? katanya . Sampai situ ia berhasil. Keberhasilannya cacat justru oleh soal pokok yang menjadi landasannya. Bagaimanapun, ini cerita konflik batin, tentang iman dan agama, yang dipicu oleh pengakuan Adrienne.

Barangkali, seperti diakuinya, itu karena Nolan menerapkan “automatic writing”? ketika menulis cerita ini. Ia mentransfer segala pengalaman dan kisah nyata yang diperolehnya, menggabungkannya dengan imajinasi, nilai-nilai, dan menulis tanpa tahu ke mana kisah akan mengalir. Meskipun agak aneh karena pesan ceritanya jelas: Tuhan, sekali lagi, bukan untuk konsumsi umum.

BAGJA HIDAYAT

~ oleh admin pada 2 Oktober 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: