Obat baru bagi osteoporosis

Penyakit yang merusak kepadatan dan kualitas tulang, membuat tulang keropos dan mudah patah
Satu dari dua wanita akan menderita patah tulang setelah usia 50 tahun ke atas, sebagian besar akibat dari osteoporosis

Para ilmuwan mengatakan telah menemukan obat baru yang efektif bagi penderita pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Pengobatan yang dilakukan satu kali dalam setahun itu, menurut hasil penelitian, secara signifikan bisa mengurangi resiko kerapuhan tulang akibat osteoporosis pada wanita pasca menopause.

Dibandingkan dengan pill tanpa isi, yang digunakan sebagai pembanding dalam studi ini, obat Aclasta mengurangi resiko patah pada tulang pinggul sebesar 41% dan patah pada tulang belakang sebesar 70%.

Di Inggris, osteoporosis setiap tahunnya menyebabkan 60.000 kasus patah tulang pinggul dan 120.000 kasus patah tulang punggung, yang kebanyakan diderita oleh wanita yang sudah menopause. Dan jumlah ini terus meningkat.

Studi ini diterbitkan di Jurnal Kedokteran New England.

Para peneliti mengatakan Aclasta, yang secara teknis dikenal dengan nama asam zoledronic, bisa menjadi alternatif dari obat-obatan bisphosphonate, yang biasanya dalam bentuk pill yang harus diminum setiap hari.

Kebanyakan pasien tidak meminum obat ini secara teratur, antara lain karena efek samping obat seperti radang pada saluran pencernaan. Banyak pasien berhenti meminum obat setelah enam bulan atau satu tahun.

Berbeda dengan obat lama, Aclasta diberikan lewat infus, namun pemberian obat hanya memakan waktu 15 menit.

Penelitian terbaru ini dilakukan terhadap 7.765 wanita pasca menopause. Sejumlah 50% dari mereka diberikan Aclasta dengan dosis 5 miligram satu tahun sekali selama tiga tahun, dan sisanya diberikan pill tanpa berisi obat.

Dalam waktu tiga tahun, 2,5% wanita yang diberi pill tanpa obat menderita kerusakan tulang pinggul, sementara hanya 1,4% wanita yang diobati dengan Aclasta yang mengalami kondisi serupa.

Namun, Aclasta, yang memakan biaya £300 setahunnya, dikaitkan dengan kondisi aritmia, atau detak jantung yang tidak normal.

Profesor Richard Eastell dari Universitas Sheffield mengatakan temuan itu memberi harapan besar bagi ribuan wanita yang menderita osteoporosis.

About these ads

~ oleh admin pada 15 Mei 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: