Keistimewaan Minyak Zaitun

Akumulasi radikal bebas sebagai hasil oksidasi dalam tubuh menerbitkan masalah yang serius dalam kesehatan manusia. Radikal bebas dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA. Kondisi ini menstimulus percepatan proses penuaan, penghancuran lever, dan menyebabkan penyakit papan atas lainnya seperti kanker. Kampanye back to nature yang diusung ke permukaan pun sontak mendapat respons positif. Salah satu yang mendapat perhatian akhir-akhir ini adalah minyak zaitun.< zaitun.>

Minyak diperoleh dari buah zaitun melalui proses mekanik dan fisik lainnya tanpa mengalami deterosiasi. Secara umum proses pengolahannya terdiri atas pencucian, dekaptasi, sentrifugasi, dan filtrasi.

Berdasarkan jenisnya, minyak zaitun dibagi dua, yaitu minyak zaitun sulingan dan minyak zaitun murni. Istilah minyak zaitun sendiri sebenarnya diberikan untuk campuran minyak zaitun sulingan dengan minyak zaitun murni. Proporsi keduanya bergantung pada penilaian konsumen. Dalam praktiknya, minyak zaitun murni sering ditambahkan dalam minyak zaitun sulingan dengan tujuan untuk memperbaiki flavor, warna, dan yang terpenting adalah meningkatkan potensi antioksidannya yang hilang selama proses pengolahan minyak zaitun sulingan.

Zaitun secara alami mengandung beberapa senyawa tak tersabunkan seperti fenol, tokoferol, sterol, pigmen, dan squalen yang memegang peranan penting dalam kesehatan manusia.

Minyak zaitun juga mengandung triasilgliserol yang sebagian besar di antaranya berupa asam lemak tidak jenuh tunggal jenis oleat. Kandungan asam oleat tersebut dapat mencapai 55-83 persen dari total asam lemak dalam minyak zaitun (lihat tabel). Karena asam oleat merupakan asam lemak tidak jenuh tunggal, risiko terkenanya oksidasi lebih rendah dibandingkan dengan asam linoleat dan linolenat yang termasuk ke dalam kelompok asam lemak tidak jenuh ganda. Asam oleat mampu mereduksi serum LDL (low density lipoprotein) atau lebih lazim disebut kolesterol “jahat” sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya aterosklerosis.

Konsentrasi squalen dalam minyak zaitun merupakan yang paling tinggi di antara minyak lainnya. Jumlahnya bervariasi mulai dari 2,500-9,250 µg/g. Sementara minyak jenis lain hanya mengandung 16-370 µg/g.Salah satu komponen penting lain dalam minyak zaitun adalah tokoferol yang terdiri atas tokoferol a, b, c dan d. Di antara keempat jenis tokoferol tersebut, jenis a-lah yang paling tinggi konsentrasinya. Kandungannya hampir menyentuh angka 90 persen dari total tokoferol dalam minyak zaitun. Istilah lain yang melekat pada tokoferol jenis a ini adalah vitamin E. Para ahli teknologi pangan berpendapat bahwa perbandingan vitamin E dengan asam lemak tidak jenuh ganda yang sebagian besar berupa asam linoleat adalah ideal.

Minyak zaitun mengandung senyawa fenolik mulai dari yang sederhana sampai kompleks. Senyawa fenolik adalah komponen polar yang mengandung satu atau lebih cincin aromatik yang terhidroksi. Ini adalah senyawa yang larut dalam air, yang hilang dalam air buangan saat penghancuran minyak zaitun. Di samping dapat memberikan rasa yang lebih baik, adanya senyawa fenolik tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas oksidatifnya, tetapi kandungannya menurun akibat penghancuran selama proses pemurnian.

Senyawa fenolik merupakan dasar yang penting terhadap kualitas dan sifat secara nutrisi bagi minyak zaitun murni. Fenol utama yang asli berasal dari degradasi glukosida oleuropein dan ligstrosida. Hidrolisis berikutnya komponen penting tersebut membentuk fenol sederhana seperti 3,4-dihidroksifenil etanol (hidroksi tirosol) dan p-hidroksifenil (tirosol).

Warna minyak zaitun murni sebagian besar disumbang oleh klorofil, feofitin, dan karotenoid. Klorofil dan feofitin mampu melindungi minyak terhadap oksidasi dalam kondisi gelap, sedangkan karoten melindunginya dari oksidasi dalam kondisi terang. Ternyata, adanya ketiga pigmen ini memudahkan penyerapan minyak pada tubuh manusia.

Keistimewaan
Hidroksitirosol sangat berpotensi sebagai antioksidan. Pengambilan hidroksitirosol dari hasil samping proses penghancuran minyak zaitun ternyata meningkatkan aktivitas antioksidan dalam plasma serta melindungi terhadap oksidasi LDL. Tirosol beserta antioksidan fenolik lainnya dari minyak zaitun mampu mengikat LDL sehingga dapat menunda proses terjadinya aterosklerosis. Bahkan, beberapa publikasi terkini menunjukkan bahwa hasil samping tersebut mempunyai aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan minyak zaitun sendiri dalam mencegah oksidasi LDL.

Sebuah penelitian untuk mengetahui potensi minyak zaitun terhadap pencegahan penyakit baru-baru ini telah dilakukan oleh Department of Food and Nutrition, University of Barcelona, Spanyol, yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition edisi Februari 2002.

Dalam penelitiannya, mereka telah menggunakan tikus sebagai hewan coba yang telah dikondisikan mengidap penyakit kanker. Mereka membagi tikus tersebut ke dalam tiga kelompok yang masing-masing diberi diet minyak zaitun, minyak ikan, dan minyak biji bunga matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus-tikus yang diberi diet minyak zaitun mengalami perubahan yang positif. Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya jaringan-jaringan kanker dalam tikus secara signifikan. Hasil penemuan mereka tersebut ternyata bisa menjelaskan mengapa makanan Mediterania demikian menyehatkan.

Tips kecantikan
Satu dekade terakhir ini, manfaat minyak zaitun untuk kecantikan pun mulai menghiasi berbagai media massa, baik majalah, koran, televisi, maupun radio. Di bagian akhir tulisan ini akan disampaikan beberapa tips kecantikan yang memanfaatkan minyak zaitun sebagai salah satu unsur ramuannya.

Campuran minyak zaitun dengan beberapa ml sampo favorit dapat “mengeliminasi” ketombe lebih banyak dibandingkan bila sampo favorit tersebut bekerja secara sendiri.

Bagi yang mempunyai masalah dengan kulit kering, kombinasikanlah alpukat dengan tiga sendok makan minyak zaitun kemudian diblender. Usapkan campuran tersebut ke seluruh wajah, biarkan sepuluh menit dan bilas. Hasilnya, kulit yang semula kering akan terasa lembab dalam waktu yang relatif lama.

Pada prinsipnya, semua problematika kecantikan seperti keriput dapat diatasi dengan adanya minyak zaitun. Pemijatan pada bagian yang kendur dengan campuran minyak zaitun dan jus jeruk segar sebelum tidur dapat mengurangi tingkat kekeriputan. Sebaliknya, pemijatan dengan minyak zaitun pada otot yang tegang akibat aktivitas keseharian yang terlalu berat dapat mengendurkan otot-otot tersebut. Sekalipun sampai dengan saat ini banyak beredar ramuan kecantikan yang berasal dari senyawa sintetik, ternyata hal ini tidak menyurutkan konsumen untuk tetap memakai ramuan-ramuan yang benar-benar alami. Bagaimanapun, sesuatu yang berasal dari alam adalah lebih baik yang tidak dapat disamai, apalagi dilampaui, oleh senyawa sintetik.

Sumber: kompas.com
Ir Dadan Rohdiana MP Dosen Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

~ oleh admin pada 13 Juni 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: